Ekonesia – Panggung Copa del Rey baru saja menjadi saksi bisu kekalahan mengejutkan Real Madrid. Belum reda duka atas tersingkirnya Los Blancos, legenda Barcelona Gerard Pique langsung melancarkan serangan verbal yang menusuk, menyasar debut pahit Alvaro Arbeloa sebagai nakhoda baru tim ibu kota.
Baca juga: Harga Beras Turun Drastis! Petani Untung, Konsumen Senang?
Penunjukan Arbeloa sendiri terjadi dalam situasi genting. Ia dipercaya mengisi kursi panas yang ditinggalkan Xabi Alonso, menyusul serangkaian hasil kurang memuaskan, termasuk kekalahan 3-2 dari rival abadi Barcelona di final Piala Super Spanyol. Kabar keretakan hubungan internal dengan para pemain juga disebut-sebut menjadi pemicu kepergian mantan manajer Bayer Leverkusen itu dari Santiago Bernabeu.

Sayangnya, awal kiprah Arbeloa di bangku pelatih justru berujung nestapa. Dalam laga perdananya di babak 16 besar Copa del Rey, Real Madrid secara memalukan takluk 3-2 dari Albacete, tim yang secara kualitas jauh di bawah mereka. Ironisnya, dominasi penguasaan bola hingga 75 persen tidak mampu menyelamatkan Los Blancos dari eliminasi dini, menyoroti masalah akut di lini serang yang tumpul dan pertahanan yang keropos.
Baca juga: IMJS Incar Dana Segar, Rights Issue 3 Miliar Saham!
Melihat kondisi tersebut, Pique tak membuang waktu. Lewat akun media sosialnya, ia menuliskan kalimat sarkastik yang singkat namun menusuk: "Debut yang bagus bagi Madrid baru." Komentar ini, yang langsung viral, seolah menjadi bumbu penyedap dalam luka Real Madrid. Bukan rahasia umum lagi bahwa Pique adalah sosok yang gemar melontarkan ejekan terhadap rival abadi Barcelona, sebuah tradisi dalam persaingan sengit dua raksasa La Liga.
Unggahan Pique sontak memicu badai di jagat maya, dibagikan ribuan kali, dan membelah opini para penggemar. Bagi pendukung Barcelona, sindiran ini adalah perayaan kecil atas kemalangan rival, sementara bagi Madridista, komentar tersebut hanya menambah perih kekalahan yang sudah sulit diterima. Lebih dari sekadar rivalitas klub, sindiran Pique terasa makin pedas mengingat sejarah panjang persaingan pribadinya dengan Arbeloa. Keduanya adalah musuh bebuyutan di lapangan hijau saat masih aktif bermain, seringkali berada di kubu yang berlawanan dalam El Clasico, meskipun sama-sama membela tim nasional Spanyol. Kini, meski seragam klub telah ditanggalkan, bara persaingan itu tetap menyala, dengan Pique kini fokus pada proyek Kings League-nya, sementara Arbeloa mencoba peruntungan di dunia kepelatihan.
Sindiran Pique mungkin terlihat sepele, namun bagi Arbeloa, Real Madrid, dan seluruh pendukungnya, ejekan dari musuh bebuyutan ini terasa sangat menyakitkan di tengah keterpurukan. Namun, di balik rasa pedih itu, semoga ini menjadi cambuk untuk segera berbenah dan bangkit di pertandingan-pertandingan mendatang.











Tinggalkan komentar