Salah Wajib Juara Piala Afrika Ini Alasannya

El-Shinta

14 Januari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Panggung semifinal Piala Afrika 2026 kembali menyajikan duel panas yang sarat emosi. Mohamed Salah, bintang Mesir, akan berhadapan langsung dengan mantan rekan setimnya, Sadio Mane, yang kini membela Senegal. Pertemuan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan sebuah ujian berat yang membawa beban sejarah dan ekspektasi tinggi bagi Salah, sang Firaun Mesir.

Rivalitas antara kedua megabintang Afrika ini telah terukir dalam beberapa momen krusial di kancah internasional. Publik tentu masih ingat final Piala Afrika 2022, di mana Mane berhasil membawa Senegal meraih gelar perdana setelah menundukkan Mesir yang diperkuat Salah. Tak hanya itu, Senegal kembali menjadi batu sandungan bagi Mesir dalam babak play-off penentuan menuju Piala Dunia 2022, memaksa Salah dan rekan-rekannya harus puas menjadi penonton di rumah.

Salah Wajib Juara Piala Afrika Ini Alasannya
Gambar Istimewa : gilabola.com

Sejarah pertemuan mereka juga diwarnai intrik saat masih berseragam Liverpool. Keduanya, yang pernah membentuk trio mematikan di Anfield, beberapa kali terlibat friksi di lapangan. Salah satu insiden yang paling diingat terjadi pada 2019, ketika Mane meluapkan kemarahannya karena menganggap Salah terlalu egois dan enggan mengoper bola kepadanya. Kini, setelah Mane hijrah dari Liverpool pada 2022, sempat membela Bayern Munchen, dan kini bersinar bersama Al-Nassr, takdir kembali mempertemukan mereka dalam konteks yang jauh lebih besar.

Bagi Salah, laga ini memiliki makna yang sangat mendalam. Meskipun telah meraih segudang kesuksesan dan penghargaan di level klub, lemari trofi internasionalnya bersama Mesir masih kosong. Ironisnya, Mesir adalah negara dengan koleksi gelar Piala Afrika terbanyak, yakni tujuh trofi. Ketiadaan gelar bersama tim nasional menjadi sebuah "lubang" besar dalam rekam jejak karier sang Firaun.

Tekanan terhadap Salah semakin memuncak setelah dua legenda sepak bola Afrika angkat bicara. John Obi Mikel, mantan gelandang Chelsea, dengan tegas menyatakan bahwa Salah harus memenangkan Piala Afrika agar pencapaiannya dianggap sempurna di mata benua hitam. Senada dengan Mikel, Jay-Jay Okocha, ikon sepak bola Nigeria, juga menegaskan bahwa tanpa gelar bersama tim nasional, seorang pemain sulit dikategorikan sebagai legenda sejati di Afrika, termasuk untuk kasus Salah.

Oleh karena itu, semifinal Piala Afrika 2026 ini bukan hanya tentang memperebutkan tiket ke final. Ini adalah panggung pembuktian bagi Mohamed Salah, momen krusial untuk mengubah narasi karier internasionalnya dan mengukir namanya dalam sejarah Mesir sebagai pahlawan yang membawa pulang trofi paling bergengsi di Afrika.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post