Alonso Terdepak Arbeloa Ambil Alih Madrid Panas

El-Shinta

13 Januari 2026

3
Min Read

Ekonesia – Kabar mengejutkan mengguncang jagat sepak bola dari Santiago Bernabeu. Real Madrid secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Xabi Alonso dari kursi pelatih tim utama. Keputusan drastis ini diambil hanya sehari setelah Los Blancos menelan kekalahan pahit 2-3 dari rival abadi Barcelona di final Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi. Untuk mengisi kekosongan, manajemen klub langsung menunjuk legenda mereka, Alvaro Arbeloa, sebagai suksesor.

Kiprah Xabi Alonso bersama raksasa Spanyol itu terbilang singkat, kurang dari delapan bulan sejak ia ditunjuk pada Juni tahun lalu. Pelatih asal Basque tersebut sejatinya datang dengan ekspektasi tinggi, membawa reputasi gemilang setelah sukses besar menjuarai Bundesliga bersama Bayer Leverkusen pada 2024. Namun, perjalanannya di ibu kota Spanyol jauh dari kata mulus.

Alonso Terdepak Arbeloa Ambil Alih Madrid Panas
Gambar Istimewa : gilabola.com

Sejak awal, Alonso menghadapi tantangan berat. Real Madrid sempat dihantam kekalahan telak 0-4 dari Paris Saint-Germain di semifinal Piala Dunia Antarklub Juli lalu, disusul pembantaian 2-5 oleh Atletico Madrid pada September. Meski kemenangan krusial di El Clásico bulan Oktober sempat menyalakan kembali harapan, inkonsistensi performa menjadi momok utama. Presiden Florentino Perez dilaporkan belum sepenuhnya yakin dengan pendekatan taktik modern yang diusung Alonso. Janji era "rock ‘n’ roll" yang sempat digaungkan di awal masa jabatannya pun tak pernah benar-benar terwujud di lapangan.

Tekanan semakin memuncak seiring badai cedera yang melanda skuad. Kekalahan kandang dari Celta Vigo, hasil minor di Eropa melawan Liverpool, serta serangkaian hasil imbang di liga domestik, menambah daftar panjang permasalahan. Ide-ide taktik Alonso, termasuk skema pressing tinggi, perlahan mulai memudar. Kabar mengenai keretakan hubungan dengan beberapa pemain bintang, seperti Vinicius Junior dan Rodrygo Goes yang mengalami penurunan performa signifikan, juga santer terdengar. Meskipun Kylian Mbappe tampil tajam dan menjadi top skor La Liga, performa individu sang bintang tak mampu menutupi masalah kolektif tim.

Alonso sempat berada di ambang pemecatan pada akhir 2024, namun lima kemenangan beruntun berhasil menyelamatkan posisinya untuk sementara. Kekalahan dari Manchester City di Liga Champions pada Desember juga nyaris mengakhiri segalanya, meskipun penampilan Madrid saat itu dianggap cukup membaik sehingga ia diberi kesempatan tambahan. Namun, kekalahan dari Barcelona di Jeddah akhirnya menjadi batas akhir kesabaran manajemen. Real Madrid dan Alonso sepakat mengakhiri kerja sama mereka. Kylian Mbappe melalui media sosial menyampaikan pesan perpisahan, memuji ide-ide jelas dan pengetahuan sepak bola sang pelatih, meski kiprahnya singkat.

Kini, tongkat estafet kepelatihan beralih ke tangan Alvaro Arbeloa. Sosok berusia 42 tahun ini bukanlah orang asing di Valdebebas. Ia telah lama berkecimpung di akademi klub sejak 2020 dan sebelumnya menangani Real Madrid Castilla. Sebagai pemain, Arbeloa adalah bagian integral dari era kejayaan Madrid antara 2009 hingga 2016, mencatatkan 238 penampilan dan meraih dua gelar Liga Champions serta satu La Liga. Ia juga merupakan anggota generasi emas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2008 serta 2012, bahkan pernah bermain bersama Xabi Alonso di level klub maupun tim nasional.

Laga perdana Arbeloa sebagai pelatih tim utama akan menjadi ujian berat. Real Madrid akan bertandang ke markas Albacete, tim dari kasta kedua Spanyol, dalam babak 16 besar Copa del Rey pada Rabu dini hari WIB. Penunjukan Arbeloa, yang sarat nuansa internal klub, dianggap sebagai pilihan aman sekaligus taruhan berani. Ekspektasi di Bernabeu selalu menuntut hasil instan, dan Arbeloa kini memikul beban berat untuk meredam tekanan serta membawa stabilitas yang sangat dibutuhkan Los Blancos di tengah persaingan ketat La Liga dan Eropa.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post