Ekonesia – Manchester United harus menelan pil pahit setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan tuan rumah Burnley di Turf Moor. Hasil ini menandai debut Darren Fletcher sebagai pelatih sementara pasca kepergian Ruben Amorim, sebuah laga yang meninggalkan rasa kecewa mendalam bagi sang juru taktik anyar. Meskipun timnya menunjukkan dominasi dan menciptakan banyak peluang, kegagalan mengamankan tiga poin menjadi sorotan utama.
Baca juga: Harga Komoditas Anjlok! Industri Tambang Minta Pemerintah Lebih Fleksibel
Sejak awal pertandingan, Setan Merah tampil agresif dan menguasai jalannya laga. Berbagai kesempatan emas tercipta di babak pertama, namun ketidakberuntungan dan performa gemilang kiper lawan menghalangi terciptanya gol. Salah satunya adalah sundulan keras Benjamin Sesko yang berhasil dimentahkan, serta dua peluang di mana bola nyaris melewati garis gawang, namun sigap disapu bersih oleh barisan pertahanan Burnley. Alhasil, babak pertama justru berakhir dengan keunggulan tipis bagi tim tuan rumah.

Memasuki paruh kedua, Manchester United akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui aksi brilian Benjamin Sesko yang mencetak dwigol. Gol-gol tersebut seolah membuka harapan kemenangan bagi kubu Old Trafford. Sayangnya, kegembiraan itu tak bertahan lama. Jaidon Anthony berhasil menyamakan kedudukan, memaksa pertandingan berakhir dengan skor 2-2 yang tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Baca juga: IHSG Meroket! 5 Saham Ini Rahasianya!
Di pinggir lapangan, Fletcher terlihat sangat aktif memberikan instruksi, mendesak anak asuhnya untuk lebih klinis dalam memanfaatkan setiap celah. Usai laga, ia mengungkapkan bahwa timnya sudah tampil cukup baik untuk meraih kemenangan. "Kami menciptakan banyak kesempatan dan mencetak dua gol berkelas, namun itu belum cukup," ujar Fletcher dengan nada kecewa. Ia menekankan perlunya perbaikan signifikan dalam penyelesaian akhir agar tim tidak lagi kehilangan poin penting seperti ini.
Di kubu lawan, pelatih Burnley, Scott Parker, justru memuji karakter kuat yang ditunjukkan pasukannya. Baginya, satu poin yang diraih dari pertandingan melawan tim sekelas Manchester United ini memiliki arti penting, terutama setelah sempat tertinggal.
Hasil imbang ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Manchester United. Sebelumnya, mereka juga harus puas berbagi angka saat menghadapi Wolves dan Leeds United, dua laga yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk mendulang poin penuh.
Secara keseluruhan, di bawah arahan Fletcher, Manchester United memang menunjukkan tanda-tanda positif dalam hal ketenangan dan kemampuan membangun serangan. Namun, kelemahan fatal terletak pada efektivitas di depan gawang dan kerapuhan lini belakang yang mudah kebobolan. Sebuah kombinasi yang harus segera dibenahi jika mereka ingin kembali ke jalur kemenangan.











Tinggalkan komentar