Ekonesia – PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS), emiten yang selama ini dikenal sebagai raksasa perdagangan besi tua, membuat gebrakan besar. Perusahaan berkode saham OPMS ini siap merambah 16 sektor usaha anyar pada tahun 2026, sebuah langkah diversifikasi paling ambisius sejak perseroan berdiri. Keputusan strategis ini telah mendapat restu pada akhir 2025, menandai pergeseran fokus bisnis yang signifikan dari logam ke sektor pangan.
Baca juga: VW ID.3: Bayar Lebih untuk Tenaga Maksimal?
Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diakses pada Rabu 7 Januari 2026, terungkap bahwa penambahan lini bisnis ini merupakan bagian integral dari strategi OPMS untuk memicu akselerasi pertumbuhan jangka panjang. Tujuannya jelas, yakni menghadirkan nilai lebih yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. Emiten yang berbasis di Surabaya ini, yang sebelumnya identik dengan jual beli besi scrap, kini secara mengejutkan banting setir ke ranah makanan dan minuman.

Portofolio bisnis baru OPMS sangat luas, meliputi perdagangan berbagai komoditas vital. Di antaranya adalah gula cokelat kembang gula kopi teh kakao produk hasil pertanian buah-buahan telur beserta olahannya susu serta turunannya hingga minuman non-alkohol. Tak hanya itu, perusahaan juga akan aktif dalam perdagangan besar untuk beras sayuran minyak dan lemak nabati daging ayam serta daging olahan.
Baca juga: Vale Indonesia: Hutan Baru 3x Lebih Luas dari Tambang!
Diversifikasi OPMS tidak berhenti di situ. Mereka juga akan merambah bisnis eceran roti kue kering dan kue basah, serta memperdagangkan daging sapi dan produk olahannya. Direktur OPMS Rubbyanto Handaja Kusuma menegaskan bahwa sumbangan pendapatan dari lini usaha baru ini diperkirakan mulai tercatat pada laporan keuangan kuartal IV 2025, dan selambatnya akan dilaporkan pada 31 Maret 2026. Menurutnya, strategi diversifikasi ini kini menjadi prioritas utama dan fokus baru bagi perseroan untuk masa depan.











Tinggalkan komentar