Ekonesia – Pergerakan signifikan terjadi pada saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) belakangan ini. Proporsi saham yang beredar bebas di pasar atau free float PANI dilaporkan melonjak tajam, dari semula 12,2% kini mencapai 15,91%. Lonjakan ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal kuat yang berpotensi membuka gerbang bagi PANI untuk menembus jajaran indeks saham bergengsi dunia, seperti MSCI dan FTSE, sekaligus memikat perhatian investor global.
Baca juga: Panas AS Venezuela Picu Lonjakan Harga Minyak
Dalam kancah investasi global, Indeks MSCI merupakan tolok ukur fundamental yang diakui secara internasional untuk menilai kinerja pasar saham. Sebuah emiten yang berhasil menembus indeks ini secara otomatis diakui memiliki tingkat "investability" yang superior. Kriteria utamanya meliputi likuiditas yang prima, kapitalisasi pasar yang masif, serta porsi free float yang memadai. Meskipun status sebagai anggota MSCI kerap menjadi magnet bagi investor institusional raksasa, penting untuk diingat bahwa hal tersebut tidak serta merta menjamin kenaikan harga saham secara berkelanjutan.

Peningkatan free float PANI ini bukan tanpa sebab. Data terkini menunjukkan bahwa lonjakan tersebut merupakan hasil dari serangkaian langkah strategis yang diambil perusahaan. Salah satunya adalah pelaksanaan Rights Issue atau Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang berhasil menghimpun dana segar senilai Rp 15,7 triliun. Sebagian besar dana jumbo ini kemudian dialokasikan untuk mengakuisisi PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), yang kini menempatkan PANI sebagai pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan mencapai 87%.
Baca juga: Drama Degradasi Serie A: Idzes dan Venezia Berjuang di Ambang Jurang!
Tak hanya itu, PT Multi Artha Pratama (MAP), sebagai salah satu pemegang saham pengendali, turut berperan aktif dengan melepas sebagian kepemilikannya di PANI secara bertahap. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperbesar porsi saham yang dapat diperdagangkan oleh publik. Alhasil, hingga penutupan tahun 2025, free float PANI tercatat melonjak signifikan hingga menyentuh angka 15,91%, seiring dengan penurunan kepemilikan MAP menjadi 84,09%.











Tinggalkan komentar