Gakpo Menggila Dua Gelandang Liverpool Loyo

El-Shinta

5 Januari 2026

3
Min Read

Ekonesia – Liverpool menghadapi ujian berat di tengah badai cedera dan absennya pilar utama. Tanpa Mohamed Salah yang berlaga di Piala Afrika, serta Hugo Ekitike dan Alexander Isak yang terkapar, pertanyaan besar menggantung: siapa yang akan menjadi juru selamat gol bagi The Reds? Di tengah keraguan itu, nama Cody Gakpo mencuat sebagai harapan, meski performa dua gelandang andalan, Ryan Gravenberch dan Alexis Mac Allister, justru menjadi sorotan tajam.

Saat bertandang ke markas Fulham, pelatih memberikan kepercayaan penuh kepada Gakpo sebagai ujung tombak tunggal. Didukung oleh Florian Wirtz, Alexis Mac Allister, dan Dominik Szoboszlai dari lini kedua, Gakpo awalnya tampak kesulitan beradaptasi dengan peran barunya. Sebagai penyerang sayap kiri murni, ia belum sepenuhnya menemukan ketajamannya di awal laga.

Gakpo Menggila Dua Gelandang Liverpool Loyo
Gambar Istimewa : gilabola.com

Namun, seiring berjalannya waktu, performa pemain Belanda itu terus menunjukkan peningkatan signifikan. Kerja kerasnya berbuah manis saat ia berhasil menuntaskan sebuah peluang emas, membawa Liverpool unggul di menit-menit krusial waktu tambahan babak pertama. Menariknya, gol tersebut tercipta tak lama setelah ia kembali ke posisi naturalnya sebagai penyerang sayap kiri, menyusul masuknya Federico Chiesa yang menggantikan perannya sebagai striker tunggal.

Sayangnya, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Fulham berhasil menyamakan kedudukan secara dramatis di menit ke-97, memaksa kedua tim berbagi angka dalam laga sengit yang berakhir 2-2 di Craven Cottage. Meskipun demikian, penampilan Gakpo kali ini menjadi bukti nyata bahwa ia adalah aset berharga bagi tim. Ia mampu menjadi solusi di lini serang jika ditempatkan pada posisi yang tepat dan mendapat dukungan yang memadai, membungkam kritik yang kerap dialamatkan kepadanya.

Di sisi lain, sorotan tajam justru mengarah kepada duet gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch dan Alexis Mac Allister. Gravenberch, khususnya, menjadi bulan-bulanan kritik. Ia beberapa kali kehilangan penguasaan bola dan kalah dalam duel perebutan bola. Puncaknya, ia dianggap lalai dan lambat menutup ruang gerak Harry Wilson, yang berujung pada gol pembuka Fulham.

Tak jauh berbeda, Alexis Mac Allister juga tak luput dari kecaman. Dipercaya mengisi peran sebagai pemain nomor 10, Mac Allister dinilai bermain terlalu hati-hati. Alih-alih menyuplai bola-bola progresif yang memanjakan para penyerang, ia justru lebih sering memilih operan aman ke samping atau ke belakang, mengurangi daya gedor dan kreativitas serangan The Reds.

Performa Gakpo memang menyuntikkan optimisme di tengah krisis penyerang Liverpool, namun posisi terbaiknya tetaplah di sayap kiri. Sementara itu, Gravenberch dan Mac Allister, meskipun menunjukkan sedikit peningkatan di babak kedua, perlu segera menemukan konsistensi. Keduanya adalah jantung permainan tim, dan stabilitas performa mereka akan menjadi kunci bagi keberhasilan Liverpool ke depannya. Tantangan besar menanti sang manajer untuk menemukan formula terbaik agar potensi penuh tim bisa terwujud.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post