Ekonesia – Dunia pasar modal dikejutkan oleh manuver strategis PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), emiten yang selama ini dikenal sebagai produsen furnitur. Perusahaan tersebut kini bersiap merambah sektor energi dengan rencana ambisius mengakuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa, sebuah perusahaan tambang batubara, dengan nilai fantastis mencapai Rp1,6 triliun. Langkah ini menandai pergeseran fokus bisnis yang signifikan dari MEJA.
Baca juga: Harga Cabai Meroket Jelang Idul Adha? Cek Faktanya!
Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), kesepakatan awal untuk akuisisi tersebut telah diteken pada 22 Desember lalu. Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto S, menjelaskan bahwa proses selanjutnya akan mengikuti mekanisme serta ketentuan yang berlaku di pasar modal Indonesia. Perjanjian bersyarat ini melibatkan PT Triple Berkah Bersama (Triple B), pemegang saham pengendali MEJA, dengan pemegang saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa.

Noprian Fadli, Direktur PT Triple Berkah Bersama, menegaskan bahwa rencana akuisisi ini merupakan bagian dari komitmen kuat pengendali untuk memperkokoh fundamental bisnis dan mendorong ekspansi usaha MEJA di masa mendatang. Nilai akuisisi 45% saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa disepakati sebesar Rp1,6 triliun, yang pembayarannya akan direalisasikan melalui beberapa tahapan.
Baca juga: Bandung Bangkit! Jadi Pusat Kreatif Lagi?
Lebih lanjut, Noprian menjelaskan bahwa porsi saham yang akan diakuisisi tersebut memiliki hak yang cukup signifikan untuk menempatkan MEJA sebagai pemegang saham pengendali di PT Trimata Coal Perkasa. Ia juga memastikan tidak adanya hubungan afiliasi antara PT Triple Berkah Bersama dan PT Trimata Coal Perkasa, menjamin transparansi dalam transaksi jumbo ini. Akuisisi ini diproyeksikan akan membuka babak baru bagi MEJA dalam lanskap industri yang lebih luas.











Tinggalkan komentar