Ekonesia – Kabar mengejutkan datang dari Stamford Bridge. Chelsea dikabarkan semakin dekat untuk menunjuk Liam Rosenior sebagai nakhoda baru. Proses wawancara resmi dengan sang pelatih dijadwalkan berlangsung dalam 24 jam ke depan setelah ia tiba di London, memicu spekulasi kuat mengenai masa depan The Blues.
Baca juga: Jago Syariah Laris Manis di Tanah Suci! Kok Bisa?
Pencarian pengganti untuk mengisi kursi pelatih Chelsea kini memasuki babak akhir. Liam Rosenior, yang sebelumnya menukangi Strasbourg, dilaporkan sudah menginjakkan kaki di ibu kota Inggris. Kedatangannya bertujuan untuk meresmikan kepindahannya ke klub raksasa London Barat tersebut. Nama Rosenior mencuat cepat ke permukaan sebagai kandidat terkuat, terutama setelah Enzo Maresca memutuskan mundur di tengah musim akibat perselisihan internal dengan jajaran petinggi klub. Kini, sinyal penunjukan resmi semakin terang benderang.

Pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano, telah mengonfirmasi bahwa negosiasi berjalan sangat cepat dan intens. Dalam laporan terbarunya, Romano menyebut Rosenior tiba di London pada malam hari dan segera diagendakan untuk menjalani wawancara formal dalam kurun waktu 24 jam. Meskipun wawancara ini merupakan bagian dari prosedur standar klub, ekspektasi di kalangan internal Chelsea sangat tinggi. Banyak yang memperkirakan Rosenior bisa diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru paling cepat pada pekan depan.
Baca juga: Setan Merah Tukar Pemain? Sensasi Bursa Transfer!
Satu-satunya kendala yang masih menghalangi proses ini agar rampung sepenuhnya adalah urusan logistik di klub Rosenior saat ini, Strasbourg. Klub asal Prancis tersebut sedang berupaya keras mencari pengganti yang tepat sebelum secara resmi melepas pelatih berusia 41 tahun itu. Setelah rencana suksesi di Strasbourg tuntas, Rosenior diperkirakan akan segera membubuhkan tanda tangannya pada kontrak di London Barat, membuka jalan baginya untuk memimpin Chelsea.
Profil dan Gaya Melatih Liam Rosenior
Pelatih berkebangsaan Inggris ini, lahir di London pada 9 Juli 1984, dikenal memiliki lisensi kepelatihan resmi dan cenderung mengandalkan formasi 3-4-2-1 sebagai skema andalannya. Pada musim 2025/26, Rosenior mencatatkan performa cukup stabil dengan rata-rata 1,81 poin per pertandingan, hasil dari 14 kemenangan dalam total 26 laga di berbagai kompetisi.
Sepanjang musim tersebut, ia memimpin timnya dalam 26 pertandingan, meraih 14 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 7 kekalahan, dengan total 47 poin. Catatan points per match (PPM) sebesar 1,81 menunjukkan konsistensi kinerja timnya.
Di kancah Ligue 1, Rosenior memimpin timnya dalam 17 pertandingan, mencatat 7 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 7 kekalahan, dengan total 24 poin dan PPM 1,41. Angka ini mengindikasikan bahwa Ligue 1 menjadi kompetisi dengan tantangan paling berat bagi timnya.
Namun, performa yang lebih impresif ditunjukkan di UEFA Conference League. Dari 6 pertandingan, tim asuhan Rosenior membukukan 5 kemenangan dan 1 hasil imbang tanpa kekalahan, mengumpulkan 16 poin. PPM di ajang ini mencapai 2,67, menjadi yang tertinggi. Sementara di fase kualifikasi UEFA Conference League, timnya menjalani 2 laga dengan 1 kemenangan dan 1 imbang, mengoleksi 4 poin dan PPM 2,00.
Catatan sempurna juga diraih di Coupe de France, di mana Rosenior hanya menjalani 1 pertandingan namun berhasil mengamankan kemenangan penuh, membawa timnya mengoleksi 3 poin dengan PPM sempurna 3,00.
Rata-rata durasi kepelatihan Rosenior tercatat 1,11 tahun. Dengan formasi favorit 3-4-2-1, ia menunjukkan preferensi pada keseimbangan lini tengah dan fleksibilitas dua gelandang serang di belakang penyerang utama. Statistik musim 2025/26 secara keseluruhan memperlihatkan bahwa pelatih kelahiran London ini mampu menjaga performa timnya tetap kompetitif di berbagai ajang, dengan hasil paling menonjol datang dari kompetisi Eropa. Kini, publik menanti apakah sentuhan magisnya akan membawa Chelsea kembali ke jalur juara.











Tinggalkan komentar