Ekonesia – Stadion Sultan Agung Bantul menjadi saksi bisu kebangkitan PSIM Yogyakarta. Dalam laga sengit pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026, Laskar Mataram berhasil mengamankan tiga poin krusial setelah menundukkan Semen Padang dengan skor tipis 1-0 pada Minggu sore 4 Januari 2026. Kemenangan ini bukan hanya sekadar angka, melainkan penawar dahaga setelah serangkaian hasil kurang memuaskan.
Baca juga: BEI Bersiap! Era Baru Bursa Saham Segera Tiba?
Skuad kebanggaan Yogyakarta akhirnya memutus rentetan tiga pertandingan tanpa kemenangan, yang sebelumnya hanya menghasilkan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Tambahan tiga poin ini sontak mengerek posisi PSIM ke peringkat enam klasemen sementara dengan koleksi 27 poin. Sementara itu, bagi Semen Padang, kekalahan ini semakin membenamkan mereka di zona merah, tertahan di posisi 16 dengan 10 poin.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung menunjukkan intensitas tinggi. PSIM Yogyakarta, bermain di hadapan pendukungnya, langsung tampil menekan dan mendominasi jalannya laga di sepuluh menit pertama. Namun, rapatnya barisan pertahanan Kabau Sirah membuat setiap upaya tuan rumah belum membuahkan hasil signifikan.
Baca juga: Rahasia di Balik Akuisisi Yupi Rp18 Triliun!
Semen Padang bukan tanpa perlawanan. Mereka sesekali melancarkan serangan balik cepat yang nyaris membahayakan gawang PSIM. Pada menit ke-16, aksi Cornelius Stewart sempat membuat jantung suporter berdebar, namun tendangannya berhasil dimentahkan kiper Cahya Supriadi. Tiga menit berselang, giliran sundulan Pedro Matos yang belum mampu menggetarkan jala gawang tuan rumah. PSIM juga memiliki peluang lewat Nermin Haljeta di menit ke-28, tetapi kiper Semen Padang sigap mengamankan bola. Babak pertama pun berakhir dengan kedudukan imbang tanpa gol.
Memasuki paruh kedua, PSIM Yogyakarta tampil lebih agresif dan bertekad memecah kebuntuan. Ezequiel Vidal memiliki kesempatan emas pada menit ke-50, namun tembakannya masih melenceng dari sasaran. Ze Valente, sang gelandang serang, juga mencoba peruntungannya dengan sepakan keras dari luar kotak penalti di menit ke-56, tetapi kiper tim tamu kembali tampil gemilang dengan penyelamatan apik.
Momen krusial akhirnya tiba di menit ke-65. Wasit menunjuk titik putih setelah bek PSIM, Franco Mingo, dilanggar di area terlarang. Ze Valente yang dipercaya sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sepakan penalti pemain asal Portugal itu melesat mulus ke gawang Semen Padang, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Laskar Mataram.
Unggul satu gol, PSIM tidak mengendurkan serangan. Valente kembali mencoba membangun peluang di menit ke-76, namun tembakannya masih bisa diantisipasi kiper lawan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan PSIM Yogyakarta tetap bertahan. Kemenangan ini menjadi suntikan moral berharga bagi PSIM dalam mengarungi sisa kompetisi, sementara Semen Padang harus segera mencari solusi untuk keluar dari jerat degradasi.











Tinggalkan komentar