Ekonesia Ekonomi – Srikandi Berkarya melalui Sekolah Kepemimpinan Perempuan (SKP) 2025, terus berupaya memperkuat kapasitas perempuan muda Indonesia. Terbaru, 10 peserta SKP berkesempatan mengunjungi Kantor Komunikasi Kepresidenan RI (PCO) untuk berdialog langsung dengan para staf ahli kepresidenan.
Baca juga: Balas Dendam Manis! Van der Vaart Akhirnya Menyerah?
Kunjungan ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang kepemimpinan, komunikasi publik, dan pengarusutamaan gender dalam kebijakan strategis negara. Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi PCO, Muhammad Isra Ramli, bersama Tenaga Ahli Utama Adita Irawati dan Chaca Annisa menyambut hangat para peserta SKP.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan PCO menjelaskan tugas pokok, visi-misi, dan struktur kerja PCO dalam mendukung Presiden menyusun narasi kebijakan, menyampaikan informasi strategis, dan memastikan komunikasi pemerintah berjalan efektif serta inklusif. Sesi diskusi interaktif berlangsung selama dua jam, di mana para peserta SKP aktif mengajukan pertanyaan kritis mengenai penerapan pengarusutamaan gender dalam kebijakan presiden dan peran perempuan dalam perumusan kebijakan publik.
Baca juga: Van Dijk di Ambang Perpisahan? Liverpool Bidik Gelandang Rp 1 Triliun!
Sebelumnya, para peserta SKP juga telah mengunjungi Yayasan PEKKA untuk belajar dari para pemimpin perempuan di tingkat akar rumput, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora RI) untuk memahami kebijakan kepemudaan dan peran perempuan di sektor publik, serta Kompas Gramedia untuk melihat praktik kepemimpinan perempuan di dunia korporasi dan media.
Rangkaian kunjungan ini akan menjadi bekal bagi para peserta untuk menyusun proyek akhir yang akan dipresentasikan pada Grand Closing SKP 2025. Acara tersebut akan menghadirkan forum uji publik yang mengundang berbagai pihak untuk memberikan masukan terhadap gagasan para peserta.
Sekolah Kepemimpinan Perempuan sendiri merupakan program inkubasi kepemimpinan berbasis gender yang dirancang oleh Srikandi Berkarya. Program ini bertujuan membangun pemahaman dan keterampilan kepemimpinan bagi perempuan muda melalui pendampingan intensif dan proyek kepemimpinan berkelompok.
"Melalui visitasi ini, kami ingin memberikan eksposur langsung kepada peserta untuk melihat bagaimana kepemimpinan perempuan bekerja di berbagai sektor strategis," ujar perwakilan Srikandi Berkarya, seperti dikutip dari ekonosia.com. "Harapannya, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu memetakan peluang dan tantangan nyata agar dapat menjadi representasi perempuan yang melampaui sekadar simbolik."











Tinggalkan komentar