Energi Bersih: RI Bisa Jadi Penyuplai? Ini Kata Istana!

Rachmad

24 Agustus 2025

2
Min Read
 Energi Bersih: RI Bisa Jadi Penyuplai? Ini Kata Istana!

Ekonesia Ekonomi – Jakarta – Penasihat Presiden Bidang Energi, Purnomo Yusgiantoro, menegaskan bahwa target ambisius pemerintah untuk transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) dan ekonomi hijau bukan sekadar mimpi, melainkan tujuan yang sangat mungkin dicapai melalui kolaborasi yang solid. Hal ini disampaikannya dalam acara PYC International Energy Conference 2025 di Jakarta, Sabtu lalu.

Purnomo menekankan bahwa Indonesia memiliki peran ganda dalam isu perubahan iklim global. Di satu sisi, Indonesia adalah paru-paru dunia dengan hutan yang luas, namun di sisi lain, juga menghadapi tantangan besar dalam mengurangi emisi karbon. Oleh karena itu, pemerintah gencar mendorong pengembangan EBT sebagai langkah strategis untuk meningkatkan penggunaan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

 Energi Bersih: RI Bisa Jadi Penyuplai? Ini Kata Istana!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengembangkan berbagai sumber EBT, mulai dari biofuel, energi surya, energi angin, hingga pengembangan baterai kendaraan listrik (EV). "Kami yakin jika kita bersama-sama bersinergi, maka bukan hanya transisi energi yang dapat kita wujudkan, tetapi suatu saat Indonesia bisa menjadi negara yang memiliki ketahanan energi, bahkan menjadi penyuplai energi bersih," ujar Purnomo, optimis.

Sementara itu, Ketua Umum PYC Filda Citra Yusgiantoro menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara tiga pilar utama: ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Keseimbangan ini krusial untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. "Tiga pilar utama ini menjadi faktor penting dan kunci dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," tegas Filda.

Forum PYC International Energy Conference juga menyoroti pentingnya pembiayaan berkelanjutan untuk mendukung ketiga pilar tersebut. Solusi dan rekomendasi dari para pemangku kepentingan akan dirangkum menjadi kebijakan yang akan direkomendasikan kepada pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor energi. Artikel ini ditulis oleh tim ekonosia.com.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post