Ekonesia Ekonomi – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan bahwa transisi energi dan ekonomi hijau di Indonesia harus mengedepankan prinsip inklusif dan berkeadilan. AHY menyampaikan pernyataan ini di Jakarta, Sabtu, menyoroti pentingnya pendekatan yang realistis dan didukung sumber daya yang memadai.
Baca juga: Bom! Arsenal Siap Tebus Vlahovic Rp527 M!
AHY menjelaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah berfokus pada pendekatan terpadu untuk memperkuat ketahanan pangan dan air melalui peningkatan sektor pertanian, irigasi, dan logistik. Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan ketahanan energi dengan mengembangkan energi terbarukan (EBT) seperti panas bumi, tenaga air, dan pengolahan sampah menjadi energi. Pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim juga menjadi prioritas, menghubungkan wilayah Aceh hingga Papua secara fisik dan digital.

"Indonesia pada tahun 2045 mendatang akan dinilai bukan hanya dari Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga dari seberapa tangguh, adil, dinamis, dan berkelanjutan pertumbuhan yang dicapai," ujar AHY. Ia menambahkan bahwa model pertumbuhan lama yang bergantung pada bahan bakar fosil dan praktik ekstraktif sudah tidak relevan. Model tersebut dinilai berpotensi meninggalkan masalah seperti polusi udara, kerusakan ekosistem, dan penurunan daya saing jangka panjang.
Baca juga: Ulos Sumut Mendunia! Kahiyang Ayu Pamer di Balikpapan
Oleh karena itu, AHY menegaskan bahwa masa depan Indonesia harus dibangun di atas infrastruktur yang berkelanjutan, yang tidak hanya efisien dan tangguh, tetapi juga rendah karbon, tahan iklim, dan inklusif. Infrastruktur berkelanjutan ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga investasi pada sumber daya manusia (SDM).
"Jika kita ingin membangun Indonesia yang siap menghadapi masa depan, kita harus berinvestasi pada SDM sama besarnya dengan investasi pada modal fisik," kata AHY. Ia menambahkan bahwa transformasi energi berarti peningkatan teknologi dan kemanusiaan, serta penyelarasan infrastruktur dengan energi, kemakmuran dengan keberlanjutan, dan keadilan dengan ketahanan, sebagai jalan menuju Indonesia Emas 2045.











Tinggalkan komentar