Ekonesia Ekonomi – Bursa kripto Indonesia, PT Central Finansial X (CFX), mendorong industri aset kripto nasional untuk fokus pada pendalaman pasar melalui inovasi produk. Langkah ini dianggap krusial untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat ekosistem keuangan digital yang adaptif.
Baca juga: Saldo Ideal di Rekeningmu Berapa Ya? Cek Dulu!
Dalam CFX Crypto Conference 2025 di Bali, Direktur Utama Bursa CFX, Subani, menekankan pentingnya industri kripto Indonesia melampaui aktivitas perdagangan semata. Ia mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam merumuskan langkah-langkah strategis agar aset kripto dapat berkontribusi lebih signifikan terhadap ketahanan ekonomi nasional.

Wakil Menteri Investasi/Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyoroti potensi aset kripto sebagai alternatif fundraising yang lebih fleksibel dibandingkan sektor lain. Namun, ia menekankan perlunya dukungan regulasi dan insentif yang tepat untuk menarik investasi riil berkualitas ke Indonesia.
Baca juga: Rp385 Miliar untuk Perempuan Indonesia, Siapa Dalangnya?
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Hasan Fawzi, menegaskan komitmen OJK untuk menciptakan regulasi yang ramah inovasi sekaligus melindungi konsumen dan investor. Keseimbangan antara perlindungan konsumen dan kebebasan berinovasi menjadi kunci utama.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti pentingnya Indonesia merespons perkembangan regulasi global seperti MiCA di Uni Eropa dan GENIUS Act di AS. Ia menilai POJK 3/2024 dan POJK 27/2024 telah membuka ruang inovasi dan memberikan kepastian hukum bagi pasar aset kripto lokal, namun masih ada ruang untuk perbaikan.
Misbakhun menambahkan, penguatan regulasi lintas sektor, infrastruktur pengawasan berbasis teknologi, dan peningkatan literasi masyarakat akan menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi kripto yang kompetitif di kawasan. CFX Crypto Conference 2025 menjadi langkah awal dalam menyusun peta jalan kolaboratif untuk pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Informasi ini dilansir oleh ekonosia.com dari berbagai sumber.









Tinggalkan komentar