Ekonesia Ekonomi – Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menekankan pentingnya digitalisasi meteorologi pertanian sebagai kunci sukses petani dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Pernyataan ini disampaikan saat pelantikan Pengurus Pusat Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI) periode 2024-2029 di Jakarta, Kamis.
Baca juga: 50 Juta! Taruhan Vini Jr & Kiper Ajaib Ini Bikin Heboh Bernabeu!
Sudaryono menyebut bahwa akses informasi cuaca yang luas dan tepat akan membantu petani membuat keputusan produksi yang lebih efisien. "Meteorologi pertanian memiliki peran strategis dalam meningkatkan produksi pangan nasional," tegasnya.

Lebih lanjut, Wamentan yang akrab disapa Mas Dar ini menjelaskan bahwa data cuaca dan iklim yang akurat dapat menjadi "senjata pintar" bagi petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Digitalisasi ilmu meteorologi pertanian akan mempermudah akses informasi bagi petani, penyuluh, dan pelaku usaha pertanian lainnya, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat di setiap tahap produksi.
Baca juga: Hyundai Rajai Mobil Teraman di AS! Kok Bisa?
Mas Dar juga menekankan pentingnya integrasi berbagai disiplin ilmu seperti meteorologi, ilmu tanah, pemupukan, hama, dan benih dalam modernisasi pertanian. Menurutnya, pendekatan terintegrasi ini akan menjadi kekuatan untuk mendorong produksi pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Wamentan mencontohkan pentingnya informasi akurat bagi petani dalam menentukan waktu tanam, pemupukan, dan panen. Prediksi cuaca yang tepat dapat membantu petani menghindari gagal panen dan memaksimalkan hasil pertanian.
Sudaryono juga menyoroti peran penting Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dalam mengendalikan aspek teknis pertanian, termasuk penyediaan benih unggul, pengelolaan irigasi, dan distribusi pupuk. Meskipun cuaca tidak dapat dikendalikan, prediksi yang akurat akan memperkuat kontrol terhadap proses produksi.
Apresiasi juga diberikan kepada para penyuluh dan tenaga ahli di lapangan yang tergabung dalam PERHIMPI. Mereka dianggap sebagai ujung tombak yang bekerja dalam senyap namun memberikan dampak nyata bagi keberhasilan pertanian.
Ketua Umum PERHIMPI yang baru, Fadjry Djufry, diharapkan dapat terus mengawal agenda transformasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi agrohidrometeorologi berbasis data dan inovasi.
"Petani dan penyuluh kita adalah pasukan tempur di lapangan. Mereka yang bertempur setiap hari demi kedaulatan pangan kita. Maka tugas kita adalah memastikan mereka dipersenjatai dengan ilmu, data, dan teknologi terbaik," pungkas Wamentan, seperti yang dilansir Ekonesia Ekonomi – dari ekonosia.com.











Tinggalkan komentar