Ekonesia Ekonomi – Nilai tukar rupiah memulai perdagangan hari Selasa (25/6) dengan sentimen negatif. Data pasar menunjukkan rupiah terdepresiasi 33 poin, atau setara 0,20 persen, dan bertengger di level Rp16.273 per dolar AS. Angka ini lebih lemah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.240 per dolar AS.
Pelemahan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap berbagai faktor ekonomi global dan domestik. Para analis memprediksi volatilitas rupiah masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar dan mengambil langkah hati-hati. Informasi lebih lanjut mengenai dinamika ekonomi terkini dapat diakses melalui ekonosia.com.

Tinggalkan komentar