Ekonesia Market – Rencana perampingan perusahaan asuransi BUMN melalui merger dan akuisisi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus bergulir. PT Perta Life Insurance (PertaLife) menyatakan kesiapannya untuk mengikuti arahan dari pemegang saham, yaitu Dana Pensiun Pertamina dan PT Timah Tbk (TINS), terkait dengan rencana tersebut.
Baca juga: Setan Merah Siap Tebar 1,9 Triliun!
Direktur Utama PertaLife, Hanindio W. Hadi, menegaskan bahwa pihaknya akan menjalankan instruksi dari pemegang saham. Meskipun isu merger menjadi bahasan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), PertaLife akan tetap menjalankan bisnis seperti biasa sembari menunggu arahan lebih lanjut.

Selain isu konsolidasi BUMN, PertaLife sebelumnya dikabarkan tengah dalam proses due diligence untuk mengakuisisi PT Asuransi Tugu Pratama Tbk (TUGU). Namun, Hanindio menjelaskan bahwa realisasi akuisisi tersebut belum akan terjadi dalam waktu dekat karena belum tercapainya kesepakatan valuasi dan harga akuisisi yang tepat antara kedua belah pihak. PertaLife masih menunggu perkembangan terkait divestasi saham Tugu dari Dapen Pertamina.
Baca juga: MU Krisis Taktik? Mbeumo Jadi Solusi Ampuh?
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa akan ada aksi korporasi besar-besaran pada BUMN dalam 1-2 tahun mendatang. Langkah ini merupakan bagian dari peninjauan kembali fundamental BUMN, dengan target lebih dari 350 aksi korporasi berupa akuisisi dan merger. Konsolidasi bisnis ini diharapkan rampung pada kuartal IV-2025 setelah peninjauan kembali bisnis BUMN selesai dilakukan. Peninjauan ini bertujuan untuk menciptakan matriks BUMN berdasarkan industrinya masing-masing. Berita ini dikutip dari ekonosia.com.











Tinggalkan komentar